Kamis, 25 Juni 2009

NIDJI oh Djini part 2 -MARIA.-

Randy sangat mengerti keadaan FIN pada saat itu jadi dia mentolerir gue main sama proyeknya Geri dan Merdi. Jadi gue sering bolak balik ke gudang peluru. Padahal FIN sudah membuahkan demo yang berisi beberapa lagu gue salah satunya ialah bila aku jatuh cinta. Gara gara ngga ada drummer makanya susah untuk jalan bandnya. Randy ialah seorang anak yang terkenal sangat kocak dan mudah bergaul.Dan dari dulu sangat inovatif di dalam gaya rambut. Waktu kita kelas satu dia terkenal anak gaulnya yang jarang nongkrong dan kalo gue selalu dicari senior untuk merekrut temen seangkatan gue nongkrong di warung tongkrongan sekolah gue. Pada suatu sore gue dan temen seangkatan gue dikumpulin untuk diintrogasi oleh senior angkatan kelas 3. Tiba tiba Randy di panggil kedepan karena ketahuan bahwa dia menyimpan jambang sepanjang dagunya. Jadi jambang nya disembunyikan kalau lagi sekolah, tapi kalau lagi bergaul di malam minggu jambang itu dipamerkan untuk memikat hati para wanita.... seeep dah ah!! Seorang senior memangil dia kedepan barisan dan langsung menarik jambang nya dan berkata "Lihat neh jambangnya, gaul banget!!" Dia langsung dikerubungin oleh senior senior dan diintimidasi.

Gue tidak menyangka ternyata si Randy Jambang ialah seorang musisi jenius. Gue merasakan keahliaanya bermain guitar di saat gue lagi mengaransement lagu bila aku jatuh cinta. Isian isaian guitarnya sangat manis dan berbeda. Dia bisa memaksimalkan efek guitar dan permainan kuncinya agak abstrak tapi enak. Terasa banget dia terinfluence oleh Stone Roses dan band band inggris lainnya. Selama di FIN dialah partner in crime gue. Dia selalu meminta trik trik deketin cewek dari gue... eh malah sekarang guenya yang ngga bisa deketin dan ngomong sama cewe. Dia berhasil melebihi gue. Tapi semenjak gue mulai bermain dengan Ariel dan Andro gue mulai agak bimbang harus bagaimana dengan FIN dan persahabatan gue dengan Randy.

Di suatu malam setelah latihan di studio Andro, Ariel bilang bahwa dia telah mempunyai lagu yang tidak memiliki lyric dan notasi lagu. Dia meminta gue untuk mengisi lagu tersebut. Pas gue denger lagunya, wah unik banget. Berbeda banget dari lagu lagu Indonesia yang ada. Lagu tersebut dimulai dengan sebuh petikan gitar yang bunyinya seperti notasi campuran lagu lagu band jepang dicampur radiohead. Aransementnya mengalun dengan pelan sehingga pada hujungnya sebuah klimaks yang berbentuk mellow dramatic. Aneh kan. Gue tertantang dan terstimulan untuk memulai bernyanyi menciptakan nada nadanya. Dan pada saat itulah gue bisa melihat kehebatan Ariel untuk pertama kalinya. Dia seorang komposer ulung di umurnya yang pada saat itu mungkin baru 19 tahun. Dia seorang guitaris yang memiliki visi dan misi dan sebagai seorang musisi dia sangat ulet dan segala pekerjaan yang dilakukannya sangatlah detail. Dia bisa berjam jam didepan komputernya Andro mengedit lagunya, bahkan pernah kata Adri, Ariel hampir pingsan setelah berjam jam mengedit demo lagu Nidji karena dia lupa makan.

Gue menghela nafas dan mulai mandalami alunan nada lagu yang masi belum bervokal tersebut. Dan lyric awal yang mengubah semuanya ialah "Shes on the road......" Dan reffnya gue mencoba untuk melengkingkan notasinya dengan bernyanyi facet. Lyricnya ialah "Shes on wall, Maria Maria." Ngga tahu kenapa kok Maria. Mungkin dari kecil gue selalu suka dengan nama Maria. Maria is beautifull. Setelah selesai merekam vokal gue Ariel dan Andro seperti tercengang dan tidak percaya bahwa gue bisa bernyanyi seperti itu. Sejujurnya gue juga ngga percaya kok gue bisa nyanyi kayak gitu yah. Setelah itu Ariel dan Andro terus menjejelkan gue dengan chord chord dan lagu lagu yang tidaj bervocal. Dan gue selalu menanggapi dengan mencoba menyanyikan lagu lagu tersebut. Hasilnya kita menciptakan banyak sekali lagu di komputer kecilnya Andro.

Gue merasa proyek ini akan menuju sesuatu yang besar. Ngga tau kenapa, ada perasaan yakin yang muncul ketika gue sedang di studio bersama Andro dan Ariel. Perasaan bahwa dua oran ini memiliki mimpi yang sama. Mimpi untuk memiliki sebuah album. Tapi gue harus meninggalkan FIN... tapi gue ngga mau meninggalkan Randy. Jadi disuatu malam gue mengajak Randy ke studionya Andro untuk jamming bersama. Di malam itu juga Andro membawa seorang temannya yang menitipkan drumnya di rumah Andro. Orang itu membawa mobil Mitsubishi Lancer VO putih dan ceper. Mobilnya keren dan rapih. Pasti ini anak gaul banget. Gue diperkenalkan dengannya. Dia tinggi, tegap dan memiliki senyaman yang sangat percaya diri. Badannya juga sehat dan bugar, ngga kayak gue, Randy, Andro dan Ariel. Ada yang kekurangan gizi dan ada yang sedikit berlebihan. ( tebak sendiri yah siapa Hahahahaha. ) Nama temannya si Andro ialah Adri. Dan malam itu kita berlima jamming bersama. Walaupun ngga jelas arah musik kita kemana tapi yang jelas atmosfernya enak banget pas kita main bareng. Bagian ritme yang dipegang Andro dan Adri memiliki groove yang tebal dan enak didengar. Walaupun permainannya belum menempel tapi mereka memiliki koneksi. Randy dan Ariel juga saling mengisi tetapi sayangnya mereka berdua sangat dominan. Dan kita hanya memerlukan satu guitarist yang menonjol...... Dilema oh dilema.

Malam itu lima orang anak muda yang memiliki hasrat dan impian bermusik bermain bersama dan tidak pernah menyangka bahwa sesuatu yang sangat besar menanti mereka didepan. Tetapi untuk mereka bisa sampai kesana butuh pengorbanan besar serta kerja keras tanpa mengenal waktu. Persahabatan juga akan dikorbankan...

Bersambung...

21 komentar:

  1. wew~
    what a nice thing to share
    thanks!

    BalasHapus
  2. Interesting.. why don't you make a biography of you or your Band?
    THE LIFE OF GIRING NIDJI, BEST SELLER. Ha!

    BalasHapus
  3. Jah kenapa bersambung lagi sih? Bikin makin penasaran aja hehehe

    BalasHapus
  4. kaya sinetron nih..lagi asik2 baca eh bersambung mulu,,kalo ngblog kapan sih bang?kalo lagi sempet aje ya?tapi gpp...menarik soalnya nih cerita bang...tuker2an blog sama pembaca kl bisa.

    BalasHapus
  5. "di warung tongkrongan sekolah gue"

    warungnya si dadang bukan bang? atau warung joko?lo 34 kan? hahaha gazper gazper. gue juga 34 :D randy ternyata kocak banget, gue jadi inget fotonya randy di buku tahunan gaul abis emang gayanya disitu! wakakakaka

    BalasHapus
  6. yahh kuq bersambung lagi bang ?
    jadi penasaran ..
    ditunggu iah yang berikutnya ..

    BalasHapus
  7. bersambung...
    hemm... ayooo cepet tulis kelanjutannya baaang ! hihihi

    BalasHapus
  8. abangg...
    lanjutinna cepetann dunzz...
    penasarann niiyy..
    kCiaan bgt rama nya jg lum dsebutinnn..
    hhaahay..

    BalasHapus
  9. bang iel sampe pingsan mengaransemen lagu??
    so sweett bgt deh..

    ayoo lanjutkann bang,,
    penasaran
    T.T

    BalasHapus
  10. huaa,,,ru sempet buka blog na abang nii .
    yg rajin iaa bang nulis d blog biar ako tmbh tao nii .
    cped* lnjutin crta na .pnsrn euy kn dd na lum da d crt .hho*

    BalasHapus
  11. rame...cerita ini dibuat film aja,,haha
    ditunggu kelanjutanya cerita nya...

    BalasHapus
  12. abg berbakat yiaa jadi penulis.. :D
    ihihihi, randy pake jambang gituan?? hermmmm...

    BalasHapus
  13. ayo bang.. keep on writing!! makin seru nii tulisannya abang,, hehehe..

    BalasHapus
  14. weh bang randy awalnya main gitar.. hehehe

    trus gmana bisa ketemuan sama Rama bang giring?

    BalasHapus
  15. trus knp rund akhirnya jadi keyboardist? knp bukan guitarist gt?

    BalasHapus
  16. wewww... judul lagu'a sama kaya nama w,,hahahiii,,,
    knpa lagu'a ga di masukin di album ktiga aja bang???

    BalasHapus
  17. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  18. Brother..
    Dulu sebelum NIJI (NIDJI) terbentuk pernah maen dengan Anto-(Jmono) ya??

    di tunggu album ke 3 nya..
    GBU.

    BalasHapus
  19. jadi merinding nih baca'e ...

    exciting journey of your career ,,

    BalasHapus